Sabtu, 23 April 2011

nih kalo pada pengen tau jenis-jenis berbicara :)


Jenis-jenis Berbicara

Secara garis besar jenis-jenis berbicara dibagi dalam dua jenis, yaitu berbicara di muka umum dan berbicara pada konferensi. Guntur Tarigan (1981 : 22-23) memasukkan beberapa kegiatan berbicara ke dalam kategori tersebut.
  1. Berbicara di Muka Umum
Jenis pembicaraan meliputi hal-hal berikut :
a.       Berbicara dalam situasi yang bersifat memberitahukan atau melaporkan, bersifat informatif (informative speaking)
Berbicara untuk melaporkan, untuk memberikan informasi dilaksanakan jika seseorang berkeinginan untuk :
b.      Memberi atau menanamkan pengetahuan
c.       Menetapkan atau menentukan hubungan-hubungan antara benda-benda
d.      Menerangkan atau menjelaskan suatu proses
e.       Menginterpretasikan atau menafsirkan sesuatu perserujuan ataupun menguraikan sesuatu tulisan.
a.       Pembicaraan-pembicaraan yang bersifat informatif misalnya :
Pengalaman-pengalaman yang harus dihubung-hubungkan, seperti pengaruh air kelapa terhadap kulit bayi.
b.      Proses yang harus dijelaskan. Semisal : pertumbuhan janin di rahim
c.       Tulisan-tulisan yang harus dijelaskan, seperti Allah lah yang memberi sakit dan Allah pula yang menyembuhkannya
d.      Ide-ide atau gagasan yang harus disingkapkan, seperti kembali ke alam untuk mengatasi berbagai penyakit, artinya menggunakan obat-obatan tradisional.
e.       Instruksi-instruksi atau pengajaran yang harus digambarkan dan diragakan, seperti tahapan menolong ibu yang akan melahirkan.


f.        Berbicara dalam situasi yang bersifat membujuk, mengajak, atau meyakinkan (persuasive speaking)
Aristoteles pernah mengatakan bahwa ”persuasi (bujukan, desakan, peyakinan) adalah seni penanaman alasan-alasan atau motif-motif yang menuntun ke arah tindakan bebas yang konsekuen.” persuasi adalah tujuan jikalau kita mnginginkan tindakan atau aksi. Pembicaraan yang bersifat persuasif  disampaikan kepada para pendegar bila kita ingin penampilan suatu tindakan atau kita ingin mempengaruhi agar orang lain melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
g.       Berbicara dalam situasi yang bersifat merundingkan dengan tenang dan hati-hati (deliberate speaking)
Berbicara untuk merundingkan pada dasarnya bertujuan untuk membuat sejumlah keputusan dan rencana. Keputusan itu dapat menyangkut sifat hakikat, tindakan masa lalu atau sifat hakikat tindakan masa kini. Misalnya dalam pemeriksaan dokter untuk mengangkat kanker rahim yang sudah cukup mengkhawatirkan. Jadi, perundingan antara dokter dengan pasien atau keluarganya tadi menghasilkan sebuah keputusan yang selanjutnya dilaksanakan yaitu operasi.
  1. Diskusi Kelompok
Berbicara dalam kelompok mencakup kegiatan berikut ini
a.       Kelompok resmi (formal)
Berbicara formal seperti diskusi, ceramah, pidato, wawancara dan bercerita (dalam situasi formal)
Seperti dalam rapat,sidang,musyawarah,konverensi,konggres, dan seminar.
b.      Kelompok tidak resmi (informal)
Berbicara informal meliputi bertukar pikiran, percakapan, penyampaian berita, bertelepon dan memberikan petunjuk.
Contoh :
Seorang perempuan tersesat di jalan dan ia tidak tahu kemana arah menuju stasiun kereta. Ia bertemu dengan seorang pelajar putri dan bertanya :
Perempuan             : ”De, kemana arah stasiun kereta ?”
Pelajar                    : ”Ibu mau kemana ?”
Perempuan             : ”Ibu mau ke stasiun kereta.”
Pelajar                    : ”Dari sini Ibu jalan kepertigaan lampu merah kira-kira 200 m dari pertigaan lampu merah, Ibu belok ke kiri, kira-kira 100 m di situ stasiun kereta.”
Perempuan             : ”Terima kasih, De.”
Pelajar                    : ”Terimakasih kembali, hati-hati Bu.”

  1. Prosedur Parlementer
  2. Debat

Berdasarkan bentuk, maksud, dan metodenya maka debat dapat diklasifikan atas tipe-tipe berikut ini :
  1. Debat parlementer atau majelis
  2. Debat pemeriksaan ulangan
  3. Debat formal, konvensional atau debat pendidikan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar